Aku memang pencinta wanita
Namun ku bukan buaya
Yang setia pada seribu gadis
Ku hanya mencintai dia
Aku memang pencinta wanita
Yang lembut seperti dia
Ini saat ku akhiri semua
Pencarian dalam hidup
Cintaku ternyata aku mau hanya dia
[Pencinta Wanita - Irwansyah]
Jatuh cinta memang berjuta rasanya. Dunia serasa milik berdua, sedangkan lainnya ngekost
. Ketika cinta itu datang, kadang kita dibutakan olehnya, sehingga kita tidak sadar bahwa yang kita cintai itu bukan seorang manusia, melainkan seekor buaya
.
Agar terhindar dari lelaki buaya, kita harus mengenal tanda-tandanya. Dia adalah orang yang setia, setia pada seribu gadis. Dia mencintai banyak wanita, karena dia pencinta wanita. Dalam kalimat implikasi bisa ditulis dengan “Jika dia pencinta wanita, maka dia buaya”.
Benar atau salah kah pernyataan di atas? Nah, kita misalkan dulu seperti ini :
P = Kamu pencinta wanita
Q = Kamu buaya
Dari kedua premis tersebut, maka tabel kebenarannya sebagai berikut :
|
P |
Q |
P -> Q |
|
Benar |
Benar |
Benar |
|
Benar |
Salah |
Salah |
|
Salah |
Benar |
Benar |
|
Salah |
Salah |
Benar |
Nilai kebenaran dari “Kamu pencinta wanita” adalah Benar, karena Irwansyah mengakuinya, sedangkan “Kamu buaya” adalah Salah, karena Irwansyah menyanggahnya. Dari tabel kebenaran kita bisa mengetahui bahwa Benar->Salah adalah Salah. Jadi pernyataan “Jika dia pencinta wanita, maka dia buaya” adalah Salah
.
Nah, jadi sekarang kita tahu bahwa penyebab putusnya jalinan kasih antara Irwansyah dan Acha adalah bukan karena Irwansyah seekor buaya, yaaah mungkin karena memang sudah tidak ada kecocokan saja hahaha
.
Tags: logika, makan tuh cinta!
March 20, 2009 at 11:42 am
gileee…dibahas abisssss!!!…jadi siapa yang mau jadi buayanya nih sekarang….:P