Menunggu

July 16, 2008 by Angin

Kata orang, menunggu merupakan pekerjaan yang membosankan dan sangat menyiksa, karena menunggu adalah proses yang identik dengan ketidakpastian dan membutuhkan bekal energi tersendiri.  Kita tidak tahu pasti apakah yang sedang kita tunggu itu akan datang atau tidak, kapan datangnya, apakah akan berhasil atau gagal, dll.  Dalam proses menunggu itu dibutuhkan bekal energi tersendiri yaitu energi kesabaran, karena ketika menunggu, waktu akan terasa sangat lama, 30 menit saja bisa serasa setahun. :)

Apalagi jika yang sedang kita tunggu adalah cinta dari seseorang yang sangat kita idamkan, Bob Marley saja tidak sabar menunggunya. :)

So don’t treat me like a puppet on a string
cause I know I have to do my thing
Don’t talk to me as if you think I’m dumb
I wanna know when you’re gonna come soon
I don’t wanna wait in vain for your love
I don’t wanna wait in vain for your love
I don’t wanna wait in vain for your love
[Waiting in Vain - Bob Marley]

Tapi walaupun begitu, menunggu tetap saja dilakukan, bisa karena terpaksa atau dengan kesadaran penuh.  Ajaib.  Seseorang bisa saja menunggu sesuatu/seseorang yang sebenarnya dia sadar bahwa apa yang dia tunggu itu tidak akan pernah datang.  Bagaimana bisa datang jika yang ditunggu adalah ‘tomorrow is coming today’ :) . Sungguh, waiting in vain. :)

I was born on the shores of the Chesapeake Bay
But Maryland and Virginia have faded away
And I keep thinking tomorrow is coming today
So I am endlessly waiting

[St.Robinson in His Cadillac Dream - Counting Crows]

Terapi Api

April 30, 2008 by Angin

Dari asal muasal kejadiannya, katanya iblis tercipta dari api. Api bukanlah unsur atau senyawa, melainkan sebuah proses pembakaran, di mana terjadi reaksi kimia yang cepat antara oksigen dan bahan yang dapat terbakar.

Kita tidak bisa lepas dari oksigen. Kita menghirupnya, dia mengalir dalam darah. Selama kehidupan itu ada, api akan selalu ada. Selama manusia itu ada, iblis akan selalu ada. Bagaikan hantu, dia terus menghantui. Kemanapun tubuh manusia itu pergi, dia terus membayangi.

Jadi berhati-hatilah dengan api. Terutama api asmara. Ketika dia membara, akan terasa sulit untuk memadamkannya, walaupun kita tahu bisa jadi hanya kosong yang terasa :)

Kamu seperti hantu
Terus menghantuiku
Kemanapun tubuhku pergi
Kau terus membayangi aku

Tubuhku ada di sini
Tetapi tidak jiwaku
Kosong yang hanya kurasakan
Kau telah tinggal di hatiku

[Kosong - Dewa]

Evolusi dan Bahasa Lisan

April 24, 2008 by Asap

Dia untukku
Bukan untukmu
Dia milikku
Bukan milikmu

Lihatlah nanti
Lihatlah saja
Biarkan aku mendekatinya

Kamu
Tak akan mungkin
Mendapatkannya
Karena dia
Berikan aku
Pertanda juga
Janganlah kamu banyak bermimpi

Kusarankan engkau mundur saja

–Yovie & Nuno, ‘Dia Milikku
* Ternyata kompetisi untuk memperebutkan hati seorang perempuan dapat membuat seseorang menjadi relationship counselor dadakan dengan memberi saran kepada lawannya agar “mundur saja.”

Evolusi telah menganugerahi manusia kemampuan berkomunikasi dengan bahasa lisan yang juga mempunyai andil dalam menentukan jalan dari evolusi itu sendiri. Kompetisi sebagai komponen yang sulit dipisahkan dari evolusi hasilnya dapat dipengaruhi oleh sebuah produk dari evolusi dalam bentuk saran yang disampaikan dalam bahasa lisan. Tentang dapat diterima atau tidaknya saran, terjadi atau tidaknya bentrokan fisik setelah penyampaian saran, tersusun atau tidaknya urutan genetika baru setelah interaksi antar individu-individu tersebut, bukanlah hal-hal dalam cakupan tulisan ini.

Btw, is it just me atau memang ini lagu membuat kita terkenang pada ‘The Girl Is Mine‘ yang dibawakan oleh Michael Jackson dan Paul McCartney.

Si Raja Tega

April 22, 2008 by Angin

Senyum ternyata bukan perkara sepele, karena dari sebuah senyuman, ternyata bisa menimbulkan efek yang luar biasa. Sebuah senyuman bisa menyejukkan hati, membuat bertanya-tanya, bahkan membuat mabuk kepayang.

Senyum Monalisa bisa jadi adalah senyum yang paling banyak dibicarakan, karena ini merupakan senyum termisterius. Senyumannya misterius karena orang tidak yakin apakah dia benar-benar tersenyum atau tidak, sampai-sampai ada yang berusaha membuktikan bahwa Monalisa benar-benar tersenyum karena sudut bibirnya benar-benar tertarik ke atas. Bahkan Gruyer berkata : “For almost four centuries now Mona Lisa has caused all who talk of her, after having gazed on her so long, to lose their heads”.

Entahlah, menurut saya ini terdengar berlebihan. Yah, mungkin karena ’sense and sensitivity’ saya terhadap karya seni berupa lukisan memang tidak ada. Tapi menurut saya, senyuman Monalisa tidaklah seberapa dahsyatnya dibanding Meggy Z. Ketika Monalisa tersenyum, minimal secara fisik saya baik-baik saja, tapi ketika Meggy Z tersenyum, itu bisa membuat saya jatuh bangun, lesu darah, kalut, menderita, merana dan terluka. Ohhh, kamu sungguh Si Raja Tega!!!

Anggur merah yang selalu memabukkan diriku kuanggap
Belum seberapa ….dahsyatnya
Bila dibandingkan dengan senyumanmu membuat aku
Jatuh bangun
Anggur merah yang selalu memabukkan diriku kuanggap
Belum seberapa ….dahsyatnya
Bila dibandingkan dengan rayuanmu membuat aku
Lesu darah

Untuk apa kau berikan aku benang yang kusut
Sementara diriku harus membuat kain… kain yang halus
Untuk apa kau hidangkan aku cinta yang kalut
Sementara tanganmu telah engkau berikan…pada yang lain
Sungguh teganya dirimu teganya teganya teganya teganya
Oh pada diriku

Aku masih belum mau mati karena cintamu
Lalu menderita
Walaupun tali cinta masih mengikat-ikat di leherku
Lebih baik ku kecewa daripada ku merana
Hingga terluka
Karna pengobat cinta sungguh sangat mahal-mahal harganya
Laksana menabur uang tapi hati ini sakit sendiri
Laksana ketiban bulan tapi bumi ini hancur sendiri

[Senyum Membawa Luka - Meggy Z]

Dua Kutub

April 16, 2008 by Angin

Entah, saya selalu merasa karya-karya seni terbaik selalu menggambarkan emosi yang berada di kutub-kutubnya: kepedihan, tragedi, ataupun kebahagiaan yang meluap. Emosi yang datar sepertinya tidak bisa berbicara banyak. Yah, walaupun emosi yang datar kadang tetap enak dinikmati, tapi kurang ada feeling yang kuat setelahnya.

Oleh karena itu, topik cinta akan selalu menjadi inspirasi :) . Yah, ini adalah topik klasik yang tidak akan pernah ada matinya. Ketika perasaan cinta itu terbungkus oleh kepedihan, kadang itu bisa menjadi lagu yang indah.

I don’t know what to do and I’m always in the dark
We’re living in a powder keg and giving off sparks

Once upon a time I was falling in love
But now I’m only falling apart
There’s nothing I can do
A total eclipse of the heart

Once upon a time there was light in my life
But now there’s only love in the dark
Nothing I can say
A total eclipse of the heart
[Total Eclipse Of The Heart - Bonnie Tyler]

Ohhh, so gloomy. Saya merasa seperti ingin menceburkan diri ke danau. :)

Begitu juga ketika jatuh cinta, ada perasaan bahagia yang meluap, apalagi jika berbalas. :)

Every little thing she does is magic
Everything she do just turns me on
Even though my life before was tragic
Now I know my love for her goes on

[Every Little Thing She Does Is Magic - The Police]

Tapi hati-hati jangan jatuh cinta dengan anaknya dukun, karena every little thing she does is klenik. :)